Minggu, 09 Agustus 2009

Hanya ada Ro Dan V

seluruh tubuh bergetar begitu aku mendengar suaranya..

suasana seolah tak biasa dalam sebuah kebiasaan…

hembusan nafas itu rasanya membuatku berhenti bernafas…

akhirnya…

aku bisa bicara juga…

meskipun dia anggap aku tidak nyata…

awalnya dia tidak bersedia berbagi apa saja…

dia hanya bertanya seperti seorang juru wawancara…

tapi setelah berkali-kali berkata….dia memberi harapan walau hanya sekecil atom semata….

mulanya tidak pernah ada tawa….

yang ada hanya nada-nada marah dan tak suka….

tapi setelah berkali-kali berkata akhirnya …

aku bisa mendengarnya tertawa…

bahkan kami berdua bernyanyi bersama….

mengikuti irama malam yang membuat banyak orang terlena…

aku tetap tidak nyata buatnya…

dia menganggapku bagai bayangan gelap yang berusah menghancurkannya…

seandainya ada sedikit saja keberanian di dada…

aku ingin tunjukkan padanya bahwa ada jiwa yang bergantung padanya…

yang inginkan dia…

tapi itu hilang begitu saja…

tanpa tanda….

dan aku cuma bisa melihat tanpa bisa merasakannya….

aku harap dia juga bisa merasakan kehadiranku walaupun aku tak pernah bisa hadir untuknya….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar